
Gempa bumi merupakan bencana alam yang sulit diprediksi dan tidak dapat dicegah. Karena itu, tujuan perancangan bangunan bukanlah membuat bangunan yang benar-benar “kebal” terhadap gempa, melainkan meminimalkan risiko kerusakan akibat gempa serta melindungi penghuni di dalamnya.
Hal ini menjadi semakin penting di Indonesia yang berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Berbagai wilayah memiliki potensi gempa dengan karakteristik yang berbeda. Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan arsitektur dan struktur bangunan.
Apa yang Dimaksud dengan Bangunan yang Meminimalkan Risiko Kerusakan Akibat Gempa?
Bangunan yang dirancang untuk meminimalkan dampak gempa adalah bangunan yang mempertimbangkan kemungkinan terjadinya getaran dan gaya lateral sejak awal proses desain.
Konsepnya bukan sekadar menggunakan material yang kuat. Keteraturan bentuk bangunan, sistem struktur, fondasi, sambungan antarelemen, hingga kondisi tanah turut menentukan bagaimana bangunan merespons ketika terjadi gempa. Selengkapnya..

